Video Tawuran Di Bitung, Puluhan Terduga Pelaku Diamankan, Dua Remaja Terkena Panah Wayer

Video Tawuran Di Bitung, Puluhan Terduga Pelaku Diamankan, Dua Remaja Terkena Panah Wayer

  Administrator

  14 March 2026

Bitung — Aksi tawuran di kawasan pertigaan Empang menuju Pardo dengan menggunakan panah wayer, dan batu hingga meresahkan warga viral di media sosial (medsos), Polres Bitung menggelar konferensi pers, Senin (9/3/2026) pagi.


   Jajaran Satreskrim Polres Bitung pun gerak cepat memburu para pelaku. Hasilnya, Polisi mengamankan 20 orang terduga pelaku dengan sejumlah barang bukti berupa panah wayer, ketapel panah, seng yang dijadikan alat pelindung, serta kain.


  Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SIK., MH., didampingi Kasie Humas AKP Abdul Natip Anggai mengungkapkan, aksi tawuran tersebut terjadi di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, yang sempat viral di media sosial (medsos).


    Menindaklanjuti video yang sempat viral tersebut, jajaran Satreskrim Polres Bitung langsung melakukan penelusuran dan mengamankan 20 orang remaja, yaitu Sarikelapa 11 orang dan Empang 9 orang yang terlibat aksi tawuran pada Minggu 8 Maret 2026 sekitar pukul 05.30 WITA.


Para remaja itu, Rata-rata masi berusia muda, Ada yang berusia 14 tahun, dan 15 tahun. Mereka diamankan karena terlihat jelas dalam rekaman video saat kejadian tersebut,” kata Kapolres. Dalam bentrokan tersebut, dua orang remaja dilaporkan mengalami luka setelah terkena panah wayer yang dilontarkan pada saat melakukan aksi tawuran yang berlangsung, Informasi dirangkum kepolisian, bahwa korban terkena dengan panah wayer berasal dari kelompok Empang satu orang, dan kelompok Sarikelapa 1 satu orang, sehingga totalnya menjadi dua orang korban. “Kemudian kedua korban mendapatkan penanganan medis, sementara pihak kepolisian masih mendalami kronologi kejadian bentrokan tersebut,” ujar Kapolres. Kapolres menjelaskan, pihak kepolisian sebenarnya telah melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi sejak malam hingga pagi hari. Namun, para pelaku diduga memanfaatkan celah saat terjadi pergantian personel yang berjaga.


     “Kami sudah melakukan pengamanan dari malam hari hingga pagi hari. Namun saat pergantian anggota, mereka memonitor pergerakan petugas sehingga terjadi sedikit keterlambatan dalam penanganan,” ucapnya. Ia menambahkan, motif tawuran antara kedua kelompok remaja tersebut dipicu persoalan sepele yang bermula dari saling ejek di media sosial. “Kedua kelompok saling mengejek di media sosial, kemudian berujung ajakan berkelahi dengan melibatkan teman-temannya hingga terjadi pertikaian antar kelompok,” tambahnya.


     Kapolres juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga orang tua, untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anak dan remaja.”Kita harus melibatkan semua pihak agar anak-anak ini mendapat pembinaan dan tidak mengulangi perbuatannya,” imbau Kapolres.